Total Tayangan Halaman

Senin, 29 Oktober 2018

INOVASI MODEL PEMBELAJARAN 5E


Makul  : Model Pembelajaran Sains
PASCA SARJANA UNIVERSITAS JAMBI

No
Fase
Sintaks Awal
Sintaks Inovasi
4C
1
Engagement (Pembangkitan Minat)
· Guru menyiapkan atau mengkondisikan siswa untuk belajar, membangkitkan minat siswa pada pelajaran IPA
· Melakukan tanya jawab dalam mengeksplorasi pengetahuan awal siswa
·   Guru memperlihatkan video dan gambar yang berkaitan dengan permasalahan pencemaran udara (Polusi udara akibat transportasi, lingkungan sungai yang tercemar, kasus kabut asap di Riau, Jambi, Palembang, Kalsel dan beberapa Provisi lain)
·   Guru meminta siswa untuk berhitung sehingga masing-masing siswa memiliki nomor kepala masing-masing (NHT (Number Head Together))
·   Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan berbagai permasalahan diatas
Misal :
Mengapa   bumi   kita   semakin   panas?   Bagaimana   cara
mengurangi fenomena tersebut? (Kritis dan kreatif)
Mengapa kabut asap dapat terjadi ? bagaimana cara mengatasinya ?
(Kritis dan kreatif)
Guru menyebutkan  secara bergantian beberapa nomor dan meminta siswa dengan nomor kepala yang disebutkan untuk mengemukakan pendapat atau jawaban dari permasalahan di atas
·         Mandiri
·         Tidak kaku
·         Ketekunan
·         Daya nalar tingkat tinggi
·         Mempunyai pendapat sendiri
·         Berani mengungkapkan pendapat













































Efektivitas Model Pembelajaran Quantum dalam Pembelajaran Sains

Hasil gambar untuk Model pembelajaran Quantum


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus-menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan masa depan adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik. Konsep pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan dunia kerja.
Masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) saat ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Hal ini tampak dari rerata hasil belajar peserta didik yang masih sangat memprihatinkan. Prestasi ini tentunya merupakan hasil kondisi pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan tidak menyentuh ranah dimensi peserta didik itu sendiri.
Bagi kita yang aktif dalam pendidikan, khususnya pembelajaran di kelas yaitu pada bidang sains, banyak sekali pertanyaan yang hingga saat ini belum terjawab. Pertanyaan tersebut berkisar pada permasalahan pembelajaran sains. Salah satu pertanyaan tersebut adalah bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan dan membelajarkan banyak konsep sains di kelas sehingga peserta didik dapat tetap mengingat informasi yang didapatnya dan menggunakannya.
Pada hakikatnya, pembelajaran adalah usaha sadar bagi seorang guru untuk membelajarkan peserta didiknya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan (Trianto, 2012).Untuk mengatasi problematika dalam pelaksanaan pembelajaran,tentu diperlukan model-model pembelajaran. Selanjutnya Trianto (2012) menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar untuk merencanakan aktivitas pembelajaran.
Model pembelajaran quantum menguraikan cara-cara baru yang memudahkan proses pembelajaran lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah. Dengan menggunakan model pembelajaran quantum kita dapat menggabungkan keistimewaan-keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan pembelajaran yang akan meningkatkan hasil belajar peserta didik (Deporter, 2010).
Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua guru mampu menerapkan model pembelajaran tersebut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana hakikat model pembelajaran itu sendiri serta bagaimana cara penerapannya. Untuk itu, melalui makalah ini akan dibahas tentang bagaimana sebenarnya efektivitas model pembelajaran quantum.

Jumat, 26 Oktober 2018

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA

Hasil gambar untuk Penilaian

PENDAHULUAN
Sains atau science pada dasarnya merupakan akar ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek. Perkembangan iptek berasal dari penemuan-penemuan yang dihasilkan dalam bidang sains. Berdasarkan hal ini maka pembelajaran sains disekolah perlu diciptakan agar menarik dan menjadi aktivitas yang mengasyikan bagi siswa. Dengan pembelajaran sains yang mengasyikan, siswa akan termotivasi untuk menggali fenomena alam dan menciptakan suatu penemuan yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan iptek.
Pembelajaran sains harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu atau curiousity siswa  tentang fenomena alam yang dipelajari. Siswa pada dasarnya adalah ilmuwan atau scientist muda yang perlu dibangkitkan rasa ingin tahunya melalui pendekatan pembelajaran inquiry dan metode penemuan atau discovery. Implementasi kedua pendekatan ini dalam aktivitas pembelajaran akan membuat siswa menjadi terbiasa dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau problem solving.

Kamis, 11 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS SAINS

Hasil gambar untuk Belajar
  
   
 Model pembelajaran merupakan kerangka berpikir yang menjadi panduan guru untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran dikelasnya. Oleh karena itu setiap model pembelajaran harus memiliki dukungan teoritik yang kuat dan sintaks atau tahapan implementasinya serta manajemen kelas yang diperlukan untuk berlangsungnya model pembelajaran itu.

Kamis, 20 September 2018

PEMBELAJARAN ABAD 21


Gambar terkait


Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan sains dan teknologi dalam bidang kehidupan di masyarakat, terutama teknologi informasi dan komunikasi. Abad ke-21 ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi, artinya kehidupan manusia pada abad ke-21 mengalami perubahan-perubahan yang fundamental yang berbeda dengan tata kehidupan dalam abad sebelumnya. Mengacu pada pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan dihadapkan pada tantangan yang semakin berat, salah satunya tantangan tersebut adalah bahwa pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan utuh dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Rabu, 12 September 2018

MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KOLABORATIF

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan budaya. Hal ini  sesuai dengan Permendikbud No.103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Pasal 2.
Secara umumnya, model pembelajaran adalah cara atau teknik penyajian sistematis yang digunakan oleh guru dalam mengorganisasikan pengalaman proses pembelajaran agar tercapai tujuan dari sebuah pembelajaran. Definisi singkat lainnya yaitu suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Model pembelajaran menurut Trianto (2011,29) adalah salah satu pendekatan yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan procedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.